GIBOL: Gibol Indonesia

GIBOL

BERITA BUAT PENGGILA BOLA

Tampilkan postingan dengan label Gibol Indonesia. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Gibol Indonesia. Tampilkan semua postingan

MENTERI OLAHRAGA ROY SURYO AKAN MEMBUBARKAN PSSI

MENTERI OLAHRAGA ROY SURYO AKAN MEMBUBARKAN PSSI Roy Suryo yang notabennya sebagai mentri Olahraga Yang baru menggantikan Andi Mallarangeng yang tersanjung kasus korupsi membuat pernyataan yang mengejutkan yaitu membubarkan PSSI dan KPSI, tetapi pernyataan tersebut ternyata ditanggapi sebagai hal yang biasa oleh pihak PSSI dan menurutnya pernyataan Roy Suryo ini adalah hal yang di luar nalar.

Roy Suryo telah mengemukakan hanya ada dua opsi untuk menyelesaikan konflik PSSI dan KPSI. Dan pilihannya hanya dua yaitu pilih salah satu atau tidak dua-duanyabahkan Roy Suryo menambahkan, bahwa KPSI dan PSSI tidak mungkin disatukan. Oleh karena itu tindakan tegas berupa pembubaran bisa diambil pemerintah guna menyelesaikan sengkarut di sepakbola nasional saat ini.

Untuk sementara itu terkait ucapan Roy Suryo ini sebagai Mentri Olahraga yang baru, Tondo menyebut bahwa pembubaran PSSI oleh Menpora merupakan hal yang mustahil dilakukan. Pasalnya, prosedur membubarkan otoritas tertinggi sepakbola Indonesia tersebut tak semudah membalik telapak tangan.

Dan ternyata kalau ini dilakukan, Indonesia langsung dicoret oleh FIFA. Selain itu, kedaulatan PSSI ada di tangan anggota. Merekalah yang bisa membubarkan PSSI. Namun ini juga harus melalui proses yang cukup panjang. Indonesia sebelumnya terancam sanksi FIFA seiring dengan adanya dualisme dalam sepakbola nasional. Bulan Desember silam, FIFA urung memberikan sanksi kepada Indonesia dan memilih untuk memperpanjang deadline. Rapat exco FIFA akan digelar pada tanggal 13 Februari 2013, sementara PSSI diberi deadline hingga rapat exco berikutnya, pada 30 Maret 2013.

Masalah dua lisme kepemimpina di PSSI ini semakin berlarut-larut karena keduanya keras kepala dan merasa paling benar oleh karena itu jalan satu-satunya mungkin lebih baik di bubarkan saja walaupun sangsinya akan di coret oleh FIFA.

PEMAIN SEPAK BOLA INDONESIA YANG SUKSES DI LUAR NEGERI

PEMAIN SEPAK BOLA INDONESIA YANG SUKSES DI LUAR NEGERI taukah kah anda sebenarnya pemain Timnas Indonesia sepak bola kita mempunyai banyak talente-talenta dengan kekuatan dan skil di atas rata-rata yang bermain di luar negeri serta terlepas itu pemain turunan atau kelahiran asli indonesia. Dan berikut daftar nama pemain asal atau keturunan indonesia yang bermain di luar negeri :

1. M. Zainal Haq (Club Atlético Peñarol) di Uruguay.
2. Alfin Ismail Tuasalamony (CS Vise) di Belgia.
3. Mokhamad Syaifuddin (Universidad De Concepcion) di Chile.
4. Yericho Christiantoko (CS Vise) di Belgia.
5. Arthur Irawan (Espanyol) di Spanyol.
6. Ruben Silitonga (Tjorring IF) di Denmark.
7. Feri Firmansyah (Universidad de Concepcion) di Chile.
8. Stefano Lilipaly (FC Utrecht) di Belanda.
9. Abdul Rahman Lestaluhu (Club Atlético Peñarol) di Uruguay.
10. Angga Febrianto (SAD Deportivo) di Uruguay.
11. Terens Owang Puhiri (SAD Deportivo) di Uruguay.
12. Syamsir Alam (CS Vise) di Belgia.
13. Claudius Dipo Alam (Chivas) di Amerika.
14. Sergio Van Dijk (Adelaide United).
15. Yandi Sofyan Munawar (CS Vise) di Belgia.
16. Syafarrizal Mursalim Agri (Al Khor) di Qatar.
17. Furdjel Narsingh (FC Zwolle) di Belanda.
18. Kevin Wattamaleo (Excelsior) di Belanda.
19. Christian Supusepa (FC Ajax) di Belanda.
20. Raharjo Awan Setho (SAD Deportivo) di Uruguay.
21. Kento Toyoda (Yokogawa Musashino FC) di Jepang.
22. Reggy Jakaria (Almania Sittard) di Belanda.
23. Manahati Letusen (Club Atlético Peñarol) di Uruguay.



Jika beberapa pemain di atas bisa di masukan di timnas muda kita u 22 dapat di pastikan kekuatan Timnas kita lebih kuat dari segi kemampuan, kerjasama dan skiil bermain.........

SKUAD TIMNAS INDONESIA SELECTION VS INTERMILAN 26 MEI 2012

SKUAD TIMNAS INDONESIA SELECTION VS INTERMILAN 26 MEI 2012 Pasca kekalahan Timnas u 23 3-0 atas intermilan apakah Timnas Indonesia selection mampu membalas kekalah tersebut yukkita simak ulasannya.

Timnas Indonesia Selection sedang menghadapi masalah dalam aspek kerjasama dan koordinasi akibat mepetnya waktu persiapan. Namun, itu ditegaskan tidak bakal mengurangi semangat untuk tampil maksimal.

Sabtu (26/5/2012), Inter akan melakukan pertandingan ujicoba menghadapi Indonesia Selection di Stadion Utama Gelora Bung Karno. Tim yang menjadi lawan Nerazzurri itu sendiri ditangani oleh Nil Maizar, yang baru tiba di Jakarta setelah memimpin timnas di Turnamen Internasional Al-Nakbah di Palestina.

Sejumlah nama di Indonesia Selection kali ini juga memperkuat timnas di Palestina lalu. Akibatnya, waktu untuk berlatih bersama-sama menjelang laga lawan Inter pun tidaklah banyak.

Dengan minimnya waktu persiapan tersebut, sejumlah kendala jelas muncul. Namun, Nil Maizar tetap akan berusaha keras menyiasati situasi.

"Latihan cuma sekali tidak masalah. Saya akan menempatkan pemain sesuai di klub masing-masing saja. Tapi saya tidak menampik ada masalah di kerjasama tim dan koordinasi. Karena waktu mepet," ujar Nil di Jakarta, Jumat (25/5).

"Kelemahan-kelemahan tim ini dapat ditutupi dengan karakter pemain karena saya sudah tahu cara permainan mereka. Saya akan tetap maksimalkan tim dan berikan yang terbaik," tegasnya.

Soal skuad melawan Inter, Nil Maizar mempersiapkan 22 nama pemain meski ada beberapa pemain yang tidak bisa hadir. Walhasil total hanya 20 pemain yang siap.

Ke-20 pemain tersebut adalah Markus Horison, Samsidar, Hengky Ardilles, Satrio Syam, Diego Michiels, Lucky Wahyu, Bima Sakti, Oktovianus Maniani, Josua Pahabol, Patrich Wanggai, Ferdinand Sinaga, AM Bachtiar, Valentino, Busari, Ellie Aiboy, Kurniawan Dwi Julianto, Abdul Rahman, Harry Saputra, Titus Bonay, dan Irfan Bachdim.

Itulah susunan skuad Timnas Indonesia selection menjelang laga lawan intermilan pada 26 mei 2012, kira-kira berapakah Hasil skor pertandingan Timnas Indonesia Selection vs Intermilan 26 mei 2012

INTERMILAN AKAN DATANG DI INDONESIA

INTERMILAN AKAN DATANG DI INDONESIA PADA 24 MEI 2012 , skuad Inter Milan akan menginjakkan kaki ke Indonesia, dalam rangkaian FC Inter Indonesia Tour 2012.

Dan istimewanya Inter hanya mendedikasikan tour mereka untuk Indonesia. Karena itu kita harus ambil ilmu sebanyak-banyaknya dengan kedatangan tim ini, termasuk pengetahuan dalam bertanding. Inter Milan akan datang dengan formasi full team. Selain Zanetti, ada pula nama -nama yang tak asing di telinga pecinta sepakbola di Indonesia, seperti Lucio, Walter Samuel, Julio Cesar, Maicon, Esteban Cambiaso, Diego Milito, Chivu, Stantovic, Diego Forlan, Ricardo Alvares, serta satu-satunya pemain asia yang dimiliki Inter, Yuto Nagatomo. Tak hanya itu, Inter Milan, juga bakal membawa para pemain muda berbakat, yakni Marco Faraoni, Coutinho serta Luc Castaignos.

KAPAN INTERMILAN AKAN DATANG DI INDONESIA

Tim besutan Claudio Ranieri itu akan datang ke Indonesia pada akhir musim kompetisi Liga Serie A Italia, dan akan bertanding melawan Indonesia Selection (pemain pilihan yang bermain di IPL) pada 24 Mei 2012, dan Indonesia selection (timnas U-23 plus senior) pada 26 Mei. Pertandingan akan digelar di Stadion Utama Gelora Bung Karno. Dalam kegiatan ini, Zanetti cs akan berada di Jakarta selama lima hari.


PERBEDAAN STARBOL DAN FUTSAL

PERBEDAAN STARBOL DAN FUTSAL - Melihat laga pertandingan sepak bola di Starbol di RCTI kemarin ternyata pertandingan sepak bola di adakan di dalam ruangan bukan di luar lapangan yang berukuran Normal.

Starbol sekilas mirip dengan Futsal tapi memiliki sedikit perbedaan yaitu di dalam permainan Starbol tidak ada bola out atau lemparan kedalam dan offside serta tentunya permainan starbol lebih enak dimainkankan ketimbang futsal.

Pemain Sepak Bola dengan Gaji Tertinggi 2011

Inilah Pemain Sepak Bola dunia dengan Gaji Termahal dan Tertinggi 2011 yang saat ini mendapatkan predikat sebagai pemilik gaji tertinggi di dunia. Cristiano Ronaldo (12 juta euro per tahun), Wayne Rooney (11,5 juta Euro per tahun), Lionel Messi (11 juta Euro per tahun), Yaya Toure (10,8 juta Euro per tahun), Samuel Eto’o (10,5 juta Euro per tahun), Bastian Schweinsteiger (9,7 juta Euro per tahun), Zlatan Ibrahimovic (9 juta Euro per tahun).

PSSI MENGHENTIKAN NATURALISASI

PSSI MENGHENTIKAN NATURALISASI  PEMAIN ASING. PSSI akan menghentikan program naturalisasi pemain asing untuk memperkuat tim nasional Indonesia. Program perekrutan pemain asing yang berjalan sejak kepengurusan PSSI era Nurdin Halid ini dinilai sebagai bukti kegagalan berjalannya kompetisi yang baik.

"Mulai sekarang penghentian program naturalisasi. Kami berharap membangun Timnas kuat dari hasil kompetisi yang baik. Kalau Timnas selalu bertumpu kepada naturalisasi, untuk apa digelar kompetisi.

Mengenai sejumlah pemain asing yang telah merampungkan proses naturalisasi mantan Wakil Ketua Komisi Disiplin PSSI era Nurdin Halid tersebut menegaskan, "Yang sudah, sudah tidak apa-apa. Tapi kalau masih dalam proses naturalisasi, lebih baik dihentikan saja. Tidak ada gunanya itu. Ke depan, Timnas tidak akan menggunakan pemain naturalisasi."

Mengenai penggunaan pemain naturalisasi di skuad Timnas, Bernhard menyerahkan sepenuhnya kepada keputusan pelatih Timnas. Saat ini setidaknya ada sejumlah naturalisasi yang membela tim Merah Putih, baik Timnas senior maupun U-23.

Setidaknya ada sejumlah pemain asing yang sedang dalam proses naturalisasi saat ini, yakni Victor Igbonefo (Persipura Jayapura), Greg Nwokolo (Persija Jakarta), Toni Cusel, Stefano Lilipaly, Serginho Van Dijk dan Jhony van Beukering.

Sebelumnya Timnas indonesia sudah menggunakan jasa pemain naturalisasi , yakni Christian Gonzales, Kim Jeffry Kurniawan, Diego Michiels, Joey Soek dan Ruben Wuarbanaran.

AKSI NEKAD HENDRI MULYADI

Hendri Mulyadi

Keputusan Hendri Mulyadi asal bekasi tergolong nekad untuk masuk ke dalam lapangan dan dilakukannnya dengan sangat sadar. Buktinya dia terlebih dulu menitipkan barang berharga ke teman-temannya sebelum melakukan aksi nekat tersebut.

Hendri datang ke Stadion Utama Gelora Bung Karno bersama empat rekannya yang juga berasal dari Bekasi. Malang buat dia, sampai di GBK dia kehabisan tiket. Kondisi tersebut memaksanya bertransaksi secara ilegal dengan membeli tiket dari calo.

Mungkin kesal pengorbanannya tersebut tak berbalaskan karena timnas bermain buruk dan kemudian kalah, Hendri kemudian nekat masuk ke dalam stadion.

Perjuangan pemuda yang berusia 20 tahun itu untuk berada satu lapangan dengan Bambang Pamungkas dkk tergolong luar biasa karena dia harus melompati pagar yang cukup tinggi dan meloloskan diri dari pengawasan polisi yang berjaga di sekitar tribun.

"Kita pergi berlima dan karena kehabisan tiket jadi terpaksa beli dari calo dech. Kita duduk di Sektor 21," ungkap Farid, salah seorang teman nonton Hendri saat dihubungi lewat telepon.

Terkait aksi nekat temannya itu, Farid mengaku sama sekali tak menduga. Soalnya sebelum masuk ke lapangan, Hendri menitipkan dompet serta henpon dan cuma berpesan "mau turun".

"Sebelum masuk lapangan, dia bilang 'Gue turun dulu deh ke bawah'. Kita kaget pas lihat dia ada di dalam lapangan," lanjut Farid.

Sumber sepakbola.com yg telah di edit


PENONTON MASUK LAPANGAN BERNAMA HENDRI MULYADI

Hendri Mulyadi

Aksi masuk ke dalam lapangan di tengah pertandingan nekat dilakukan oleh seorang suporter Indonesia. Dia ternyata melakukan tindakan tersebut karena merasa kesal dan kecewa dengan timnas yang tak kunjung menang.

Laga Indonesia kontra Oman di Kualifikasi Piala Asia 2011 masuk masa injury time saat tiba-tiba seorang suporter masuk ke dalam lapangan.

Aksi pria yang kemudian diketahui bernama Hendri Mulyadi itu asal Bekasi justru menjadi hiburan di tengah kondisi suram karena timnas Indonesia yang tertinggal, dan kemudian kalah, 1-2. Tapi sayang tembakan hendri tidak membuat kedudukan imbang kha kha.

Entah bagaimana bisa menembus barisan keamanan di pinggir lapangan, pemuda 20 tahun yang mengenakan seragam merah Indonesia itu kemudian terlihat sempat dengan leluasa menggiring dan memainkan si kulit bundar di tengah lapangan.

Hendri yang terlihat mencoba mencetak gol ke gawang Ali Al-Habsi mengaku kesal dengan ketidakmampuan Ponaryo Astaman cs menjebol gawang Oman. Padahal dalam laga tersebut Indonesia harus menang demi menjaga kans lolos ke Piala Asia 2011.

"Saya melakukan itu karena kecewa tas prestasi timnas Indonesia yang tak pernah menang. Selalu kalah, bahkan selalu seri," tuturnya saat ditanya wartawan di ruang interogasi keamanan yang terletak di area GBK.

Meski kesal dengan timnas yang tak bisa memberinya kemenangan, warga asal Kampung Serang Rt 02/01, Cikarang Selatan, Bekasi itu mengaku menyesal dan meminta maaf pada publik sepakbola Indonesia. Meski begitu, Henry tetap tak bisa menghapus kekecewaan atas apa yang dipertujukkan tim kesayangannya, yang membuat dia tak khawatir jika disebut gila sekalipun.

"Saya minta maaf atas ulah saya ini, kepada seluruh masyarat sepakbola tanah air. Dikira gila? saya pasrah saja biar masyarakat yang menilai, jujur saya kecewa sama timnas Indonesia yang gak bisa menang," pungkas Henry yang harus berurusan dengan pihak berwajib karena dianggap mengganggu ketertiban umum.

PENONTON MASUK LAPANGAN SAAT PERTANDINGAN INDONESIA VS OMAN PIALA ASIA 2011

Asian Cup

Pertandingan Indonesia vs Oman dapat sedikit gangguan di penghujung akhir laga. Seorang penonton terlihat masuk lapangan dan memainkan bola sebelum diamankan polisi.

Pertandingan kualifikasi Piala Asia Tahun 2011 antara Indonesia vs Oman tengah masuk masa injury time dengan skor 1-2 untuk kemenangan Oman. Tiba-tiba seorang penonton menggenakan replika seragam merah milik timnas Indonesia dan memakai celana panjang menerobos masuk ke dalam lapangan lalu menggiring bola dan menendang ke gawang oman tp sayang tidak menghasilkan gol karena tendangan terlalu lemah cb klomasuk skor jadi imbang khi khi.

Tak diketahui bagaimana penonton tersebut bisa masuk lapangan mengingat banyak petugas keamanan berjaga di sekitar tribun penonton. Yang jelas penyusup itu sempat mengocek-gocek bola dan mencoba melepaskan tembakan ke arah gawang Oman.

Si penyusup itu tak bertahan lama di atas lapangan karena dia langsung dibekuk oleh petugas keamanan. Tak lama berselang penyusup tersebut langsung diamankan keluar lapangan.

Tak diketahui apa yang mendorong fans itu masuk ke lapangan. Performa buruk yang dipertunjukkan Ponaryo Astama cs mungkin jadi dasar fans tersebut nekat masuk ke lapangan.

HASIL PERTANDINGAN INDONESIA VS OMAN PIALA ASIA 2011

Pupus sudah peluang Indonesia lolos ke Piala Asia Tahun 2011. Timnas Merah Putih Bertanding di depan pendukungnya sendiri, Stadion Utama Gelora Bung Karno dan pasukan 'Merah Putih' dipaksa bertekuk lutut oleh Oman dengan skor 1-2.

Ini menjadi kekalahan kedua Indonesia dari lima pertandingan di Kualifikasi Piala Asia 2011 di Grup B. Dua kali bermain imbang dan dua kali kalah membuat skuad besutan Benny Dollo baru mengumpulkan tiga poin dan duduk di posisi terbawah Grup B

Dengan tinggal satu pertandingan tersisa di babak kualifikasi, menghadapi Australia, Indonesia dipastikan gagal lolos ke Piala Asia 2011. Untuk sementara puncak klasemen Grup B masih dimiliki bersama oleh Kuwait dan Australia dengan nilai tujuh, kedua kesebelasan akan bertanding dalam beberapa jam ke depan.

Kegagalan lolos ke Piala Asia menambah suram catatan Timanas sepakbola Indonesia dalam beberapa waktu terakhir. Ini juga menjadi kali pertama Indonesia gagal lolos ke putaran final Piala Asia setelah sebelumnya berpartisipasi di edisi 1996, 2000, 2004 dan 2007.

Laga kontra Oman hampir bisa dipastikan akan menjadi kiprah terakhir Benny Dollo bersama timnas. Dengan kontrak yang habis di Januari ini, plus hasil yang sangat tidak memuaskan yang sudah didapat, mantan pembesut Arema Malang itu diyakini bakal didepak.

Jalan pertandingan

Bertanding di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Rabu (6/1/2009) malam WIB, Indonesia langsung dapat tekanan sejak menit awal. Meski bermain di depan puluhan ribu pendukung tuan rumah, Oman justru tak gentar dan tetap bisa tampil lepas.

Tembakan pertama yang dilancarkan Indonesia datang dari Firman Utina, namun karena terlalu lemah dan arah yang melenceng jauh proses tersebut sama sekali tak membahayakan gawang Ali Al-Habsi. Setelah itu pasukan 'Merah Putih' dipaksa bermain di daerah pertahanan sendiri dan berjibaku mengamankan pertahanannya.

Di menit 14 Markus Horison melakukan penyelamatan pertamanya saat menepis bola yang mengarah ke sudut bawah gawangnya hasil sepakan keras dari luar kotak penalti. Tak lama berselang Qasim Said gantian menebar ancaman di muka gawang, namun dua upayanya dalam selang dua menit juga tak ada yang membuahkan hasil.

Tekanan Oman tak berhenti sampai di situ. Selain tak memberikan kesempatan pemain Indonesia membangun serangan, skuad besutan Claude Le Roy juga terlihat sangat dominan dibanding anak didik Benny Dollo. Oman juga lebih kreatif membangun serangan lewat kedua sayap, kondisi yang sering membuat barisan pertahanan Indonesia pontang-panting.

Berusaha mengimbangi permainan lawan, Ponaryo Astaman cs justru banyak membuat pelanggaran keras dan berbuntut keluarnya kartu kuning. Permainan keras tersebut akhirnya berbuntut bobolnya gawang Markus saat laga masuk menit 31.

Berawal dari skenario tendangan bebas, Fawzi Basher sukses menanduk bola dan merobek gawang Markus. Dalam tayangan ulang terlihat kalau bola yang ditanduk striker 25 tahun itu lebih dulu membentur kepala Bambang Pamungkas sebelum bersarang di dalam gawang.

Dalam posisi tertinggal Indonesia tetap tak bisa berbuat banyak. Oman yang sudah unggul justru terus bermain taktis dan tak kunjung henti menggedor pertahanan tuan rumah. Terus ditekan Indonesia akhirnya bisa mencuri gol di penghujung babak pertama.

Lolos dari jebakan offside saat menerima umpan dari Ponaryo Astaman, Boaz dengan dingin memperdaya seorang pemain lawan. Sepakannya dari dalam kotak penalti memperdaya kiper dan menjebol gawang Oman setelah lebih dulu membetur kaki seorang pemain lawan.

Sebuah tendangan keras Syamsul dari luar kotak penalti mengawali laga babak kedua. Namun kondisi yang terjadi setelahnya adalah lanjutan babak pertama: Oman mendominasi Indonesia.

Ancaman nyata ke gawang Markus datang di menit 47 saat sepakan Hasan Rabea membentur sisi luar jala gawang.

Memasuki menit 52 publik GBK kembali tertunduk saat Oman mencetak gol keduanya. Tak dapat kawalan yang baik dari barisan pertahanan Indonesia, Ismail Sulaiman tak terganggu di dalam kotak penalti dan melepaskan tendangan keras dari jarak dekat yang bersarang di atap gawang Indonesia. 2-1 untuk Oman.

Sama seperti di babak pertama, Indonesia kembali tak bisa berbuat banyak dalam posisi tertinggal. Markus malah terbilang beruntung gawangnya tak dibobol Al-Housni Hassan Raiba Suwaidan yang dua kali punya peluang bersih bikin gol.

Indonesia nyaris tak punya peluang yang benar-benar matang di babak kedua. Boaz tak bisa berbuat banyak karena kurangnya suplai bola, hal serupa terjadi pada Bambang Pamungkas yang tak jarang turun membantu serangan.

Di masa injury time pertandingan sempat diselingi oleh aksi seorang penonton berkostum merah timnas Indonesia yang masuk ke dalam lapangan. Penyusup tersebut sempat menggiring bola beberapa meter sebelum melepaskan tembakan ke gawang Oman. Aksi tersebut tak berlangsung lama karena beberapa petugas keamanan langsung membekuknya.

Tak ada gol tambahan tercipta saat wasit meniup peluit panjang. Indonesia kalah 1-2 dan harus memupus harapan lolos ke Piala Asia 2011.

Susunan pemain:

Indonesia: Markus Horison (kiper), Charis Yulianto (kapten), Boas Sallosa, Ponaryo, Budi Sudarsono (Mushafry 34), Firman Utina, Syamsul Bachri (Haryono 70), Bambang Pamungkas,Isnan Ali (M.Roby 66), Nova Arianto, Christian Warobay.

Oman: Ali Al Habsi (kiper), M Rabia (kapten), M Albalushi, Bait Doorbeen Fawzi, Al Mukhaini Saad, Hassan Al Housni, Ismail Sulaiman, Al Gheilani Hassan, Ahmed Hadid, Yaqoob Abdul Karim (Hasim Saleh 64), Qasim Said.

INDONESIA TUAN RUMAH PIALA DUNIA 2022

image

Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) tidak ingin ketinggalan dengan negara lain dalam mencalonkan diri sebagai tuan rumah Piala Dunia.


Sebuah berita mengejutkan dikeluarkan Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI). Tidak ingin ketinggalan dengan negara lain dalam mencalonkan diri sebagai tuan rumah Piala Dunia. PSSI akhirnya bergerak dengan mengajukan nama Indonesia sebagai salah saru kandidat host pesta sepakbola dunia itu.



Rencana PSSI itu tidak main-main. Kabarnya proposal pengajukan diri Indonesia untuk tuan rumah Piala Dunia 2018 atau 2022 telah diterima oleh Federasi Sepakbola Dunia (FIFA). Proposal Indonesia bersamaan dengan enam negara lainnya sebelum batas aklhir pada Senin depan.



FIFA juga telah menerima proposal dari Inggris, Jepang, Qatar, Rusia dan tuan rumah bersama Spanyol/Portugal. Sementara itu Australia, Cina, Meksiko ditambah Belanda/Belgia rencananya juga akan mengajukan diri sebelum batas waktu terakhir.



Jika gagal memebus pencalona diri sebgai tuan tumah PD 2018. PSSI akan menatap pencalonan yang lebih pontensial pada PD 2022. Dengan melihat tenggat waktu yang cukup lama maka setidaknya PSSI bisa mempersipkan diri sebaik mungkin guna maju dengan proposal baru yang lebih serius.



"Kita akan melihat rencana ini dalam 13 tahun kedepan. Jadi kenapa kami tidak berani untuk mengajukan diri sebagai tuan rumah," kata Sekretaris Umum PSSI, Nugraha Besoes usai pertandingan Pra-Piala Asia 2011 antara Indonesia melawan Australia, Rabu (28/1).



Peluang Indonesia untuk mengelar Piala Dunia 2022 cukup terbuka. Dengan adanya peraturan baru FIFA pada tahun 2007 yang tidak memperbolehkan Piala Dunia diadakan di benua yang sama dalam delapan tahun terakhir.



Jika menconba untuk berhitung, Afrika Selatan akan menjadi tuan rumah di tahun 2010 kemudian Brasil empat tahun kemudian. Jika Inggris, Rusia, Spanyol/Portugal dan Belanda/Belgia terpilih sebagai host PD 2014 maka giliran negara Asia berpeluang untuk menjadi tuan rumah pada Piala Dunia 2022.



Indonesia akan bersaing ketat dengan Jepang dan Australia yang juga sangat serius untuk mencalonkan diri. FIFA baru akan mengumumkan tuan rumah Piala Dunia 2018 dan 2022 pada bulan Desember 2010 mendatang.

TIM NASIONAL INDONESIA

Tim nasional sepak bola Indonesia memiliki kebanggaan tersendiri, menjadi tim Asia pertama yang berpartisipasi di Piala Dunia FIFA pada tahun 1938. Saat itu mereka masih membawa nama Hindia Belanda dan kalah 6-0 dari Hungaria, yang hingga kini menjadi satu-satunya pertandingan mereka di turnamen final Piala Dunia. Indonesia, meski merupakan negara dengan jumlah penduduk yang sangat besar, tidak termasuk jajaran tim-tim terkuat di AFC.

Di kancah Asia Tenggara sekalipun, Indonesia belum pernah berhasil menjadi juara Piala AFF (dulu disebut Piala Tiger). Prestasi tertinggi Indonesia hanyalah tempat kedua di tahun 2000, 2002, dan 2005. Di ajang SEA Games pun Indonesia jarang meraih medali emas, yang terakhir diraih tahun 1991.

Di kancah Piala Asia, Indonesia meraih kemenangan pertama pada tahun 2004 di China setelah menaklukkan Qatar 2-1. Yang kedua diraih ketika mengalahkan Bahrain dengan skor yang sama tahun 2007, saat menjadi tuan rumah turnamen bersama Malaysia, Thailand, dan Vietnam.

Dalam kualifikasi ke Piala Dunia 2010, Indonesia tidak mampu lolos ke fase ketiga kualifikasi Piala Dunia 2010 setelah takluk di tangan Suriah dengan agregat 1-11. Tim nasional Indonesia U-23 pun juga mengalami kegagalan di SEA Games ke-24 di Thailand; setelah takluk dari Thailand di pertandingan babak penyisihan grup yang terakhir.

Tim utama

Pelatih: Benny Dollo Flag of Indonesia.svg

No. Pos. Nama Tanggal lahir/Usia Penampilan Klub

GK Achmad Kurniawan 31 Oktober 1979 N/A Flag of Indonesia.svg Persik Kediri

GK Feri Rotinsulu 28 Desember 1982 N/A Flag of Indonesia.svg Sriwijaya FC
1 GK Markus Harison Ririhina 14 Maret 1981 4 Flag of Indonesia.svg PSMS Medan

DF Muhammad Roby 12 September 1985 N/A Flag of Indonesia.svg Persik Kediri

DF Erol Franciskus Xaverius Iba 6 Agustus 1979 9 Flag of Indonesia.svg Pelita Jaya

DF Ismed Sofyan 28 Agustus 1979 41 Flag of Indonesia.svg Persija Jakarta

DF Ricardo Salampessy 18 Februari 1984 12 Flag of Indonesia.svg Persipura Jayapura

DF Maman Abdurachman 12 Mei 1982 10 Flag of Indonesia.svg Persib Bandung

DF Charis Yulianto Kapten 11 Juli 1978 16 Flag of Indonesia.svg Sriwijaya FC

DF Nova Arianto 4 November 1978 1 Flag of Indonesia.svg Persib Bandung

DF Isnan Ali 15 September 1979 16 Flag of Indonesia.svg Sriwijaya FC

MF Arif Suyono 3 Januari 1984 N/A Flag of Indonesia.svg Arema Malang

MF Ellie Aiboy 20 April 1979 33 Flag of Indonesia.svg PSMS Medan

MF Ponaryo Astaman 25 September 1979 40 Flag of Indonesia.svg Persija Jakarta

MF Firman Utina 15 Desember 1981 16 Flag of Indonesia.svg Pelita Jaya

MF Pieter Rumaropen 13 November 1983 24 Flag of Indonesia.svg Persiwa Wamena
29 FW Igor Kumara Restu 29 Juli 1991 0 Flag of Germany.svg Eintracht Frankfurt
20 FW Bambang Pamungkas 10 Juni 1980 46 Flag of Indonesia.svg Persija Jakarta


Cadangan

No. Pos. Nama Tanggal lahir/Usia Penampilan Klub

GK Dian Agus Prasetyo 3 Agustus 1985 N/A Flag of Indonesia.svg Pelita Jaya



Indonesia

Lambang asosiasi

Julukan Merah Putih
Asosiasi Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia
Konfederasi AFC (Asia)
Pelatih Flag of Indonesia.svg Benny Dollo
Kapten Charis Yulianto
Penampilan terbanyak Bambang Pamungkas (87)
Pencetak gol terbanyak Bambang Pamungkas (34)
Stadion kandang Stadion Utama Gelora Bung Karno
Kode FIFA IDN
Peringkat FIFA 137
Peringkat FIFA tertinggi 76 (September 1998)
Peringkat FIFA terendah 153 (Desember 2006)

Team colours Team colours Team colours
Team colours
Team colours
 
Kostum kandang
Team colours Team colours Team colours
Team colours
Team colours
 
Kostum tandang
Pertandingan internasional pertama
Flag of the People's Republic of China.svg Cina 2 - 0 Hindia-Belanda Flag of the Netherlands.svg
(Filipina; 5 Mei 1934)
Flag of India.svg India 3 - 0 Indonesia Flag of Indonesia.svg
(India; 4 Mei 1951)
Kemenangan terbesar
Flag of Indonesia.svg Indonesia 13 - 1 Filipina Flag of the Philippines.svg
(
Jakarta, Indonesia; 23 Desember 2002)
Kekalahan terbesar
Flag of Denmark.svg Denmark 9 - 0 Indonesia Flag of Indonesia.svg
(Kopenhagen, Denmark; 3 September 1974)
Piala Dunia
Penampilan 1 (Pertama kali pada 1938)
Hasil terbaik Babak 1 (1938, sebagai Hindia-Belanda)
Piala Asia
Penampilan 4 (Pertama kali pada 1996)
Hasil terbaik Babak 1 (1996, 2000, 2004, 2007)